INFTER - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pada hari ini bahwa pencopotan pejabat akan dilakukan bila target swasembada pangan tidak tercapai. Pernyataan ini melembagakan keberatan beliau terhadap situasi krisis pangan yang sedang menyita perhatian publik. Dalam pernyataannya, Andi Amran menambahkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari perintah Presiden yang secara tegas menuntut pemenuhan target swasembada pangan. Pelafiturannya menjadi peringatan serius bagi semua pejabat yang terlibat dalam kebijakan ketahanan pangan. Selama beberapa bulan terakhir, pemerintah telah berusaha menyamakan kemandirian pangan nasional dengan meningkatkan produksi, distribusi, dan akses. Meskipun ditetapkan target ambisius, belum semua upaya berjalan sebagaimana rencana. Dengan volume ketat ini, pendapatan petani tetap tidak begitu optimal, pertanian tidak teratur, dan tingkat import masih cukup signifikan. Kejadian-kejadian tersebut mendorong menggapai target swasembada pangan menjadi krusial. Andi Amran mendesak semua pejabat agar menelusuri titik-titik masalah dan memperbaiki prosedur. Wujud nyata penyelarasan produksi dan distribusi harus dipantau secara real time. Ini dijamin akan bila dilakukan dengan cepat. Menteri itu menegaskan bahwa pencopotan tidak akan diambil tanpa terlebih dahulu mengumpulkan data dan bukti yang memadai guna menilai kinerja. Bukti ini akan menyertakan kinerja komprehensif atas rencana strategis. Jika bukti-jalan menunjukkan kondisi kinerja tidak memuaskan dalam waktu tertentu, tindakan pencopotan akan segera dilaksanakan. Keputusan ini dimaksudkan untuk mendorong pergantian kepemimpinan dan dijadikan motivasi bagi semua unit guna memperkaya hasil bagi pertanian. Di baliknya, ada tantangan ketahanan pangan yang menarik masuk ke daftar prioritas. Sebian kata kepanitiaian kebijakan Kementerian Pertanian, lompatan konservasi tersebut harus diberikan tempatnya di mata satu para petani, auditor kehati-hatian, dan kaum akademis. Semua kebijakan ini diharapkan dapat menempatkan Indonesia pada posisi yang lebih kuat di pasar internasional dengan ketahanan pangan yang tangguh dan tegas.