INFTER - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bangka Belitung mengungkapkan hasil terbaik dalam pelaksanaan program perbaikan jalan nasional di Kabupaten Bangka Tengah. Pada akhir tahun 2025, persentase kemantapan jalan nasional di wilayah tersebut mencapai angka mengesankan sebesar 99,85 persen. Kenaikan ini menunjukkan suksesnya strategi perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan kerja keras multi pihak—termasuk dinas perhubungan daerah, pemerintah kabupaten, dan pihak swasta dalam pembangunan infrastruktur jalan.
Angka 99,85 persen itu tercapai setelah BPJN mensosialisasikan program “Panti Bangun Jalan” yang berfokus pada pemantauan rutin selama tiga tahun. Diagnostik lapangan menggunakan teknologi pemindaian digital, pemetaan kampung wisata, dan analisis data real‑time memungkinkan koordinasi Rapid Response Unit (RRU) menanggapi kerusakan di ketat. Dengan melibatkan 120 tenaga ahli teknik dan tenaga kerja terampil, tim BPJN memusatkan upaya pada jalur ekor utama kota Pangkalpinang, sekaligus mengimplementasikan sistem zonasi kendaraan berkapasitas tinggi.
Tak hanya jalan, kemantapan jembatan di wilayah ini juga menunjukkan peningkatan signifikan. Terpadu dengan penguatan struktur, jembatan-jembatan baru di lintasan utama, seperti jembatan di Sungai Selat, dilaporkan mampu menahan beban lalu lintas berat dan mengurangi jumlah gangguan lalu lintas akibat rusak atau retak. Sistem pengawasan berbasis sensor IoT bergabung dengan pemeliharaan berkala, memastikan semua komponen tetap dalam kondisi optimal.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kebijakan fiskal daerah yang alokasinya mencakup anggaran PIP 5 kota. Dana sebesar Rp200 miliar disalurkan melalui mekanisme mekanisme semi‑automatic Funding Transfer (SFT), sehingga proses pengadaan material dan kontrak kerja lebih gesit. Pemerintah kabupaten Bangka Tengah juga memperkuat kerjasama Masyarakat Kreatif (MK) lewat program “Keliling Jalan” untuk memantau penggunaan teknologi digital publik.
Dengan pencapaian kemantapan 99,85 persen, Kabupaten Bangka Tengah kini menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengoptimalkan proses pembangunan infrastruktur. Peningkatan infrastruktur ini tidak hanya mempermudah mobilitas warga, melainkan juga menambah daya tarik investasi dan pariwisata, menuju prospek ekonomi yang lebih dinamis di masa depan.