INFTER, Jakarta - Pada awal tahun 2024, seluruh saluran musik MTV menutup pintunya secara permanen di sejumlah wilayah, termasuk Inggris, Irlandia, dan Australia, menandai akhir era dominasi telev musik tradonal. Penutupan ini menjadi refleksi perubahan dalam industri hiburan, di mana konsumsi musik kini lebih terpusat pada platform streaming digital.
Mengikuti peristiwa besar tersebut, jaringan MTV kembali menyajikan sebuah konsep yang menenangkan—MTV Rewind—sebagai saluran yang fokus pada nostalgia musik. Dengan slogan, “Memori Hit Musik”, MTV Rewind diharapkan menjemput kembali penggemar yang mengingat masa-masa ketika musik video raja di ruang keluarga. Konsep ini tidak hanya sebuah peringatan; ia dirancang untuk menciptakan ruang visual di mana lagu-lagu klasik dan momen ikonik disajikan kembali, menciptakan perpaduan rekaman lama dan teknologi terkini.
Menurut pejabat MTV, alasan dibalik penutupan saluran musik adalah ketidaksesuaian dengan preferensi konsumen yang kini lebih mengutamakan streaming on-demand. Kanal lama menjadi semakin tidak relevan di tengah persaingan kuat dari layanan musik besar seperti Spotify dan Apple Music, serta peluncuran layanan musik eksklusif ke platform musik yang sudah ada. Seiring berjalannya waktu, biaya operasional produksi konten visual menjadi mahal, sementara pendapatan iklan menurun drastis.
Dengan demikian, MTV Rewind diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan strategi "content repurposing": memanfaatkan kembali katalog musik tetap, menggabungkannya dengan video musik lama, serta menambahkan fitur interaktif seperti “Kanal Lencana” atau “Terpopuler Hari Ini”. Selain itu, saluran ini berencana meluncurkan segmen “Throwback Thursday” dimana pemirsa dapat menikmati putaran 90-an dan awal 2000-an secara live.
Para penyiar sekaligus artis juga sangat mendesak peluncuran saluran tersebut. Artis terkenal, yang banyak terdengar di BBC dan redaksi hewan liar, mengungkapkan kesempatannya untuk kembali menjadi ikon musik bagi generasi yang kehilangan pengalaman menonton telev musik melalui kabel. Rencana ini menandai titik balik bagi MTV, yang berupaya menjaga keserasian identitas merek tradonalnya dengan perubahan industri saat ini.
Melalui MTV Rewind, jaringan ini berjanji akan menampilkan 2000 top chart di setiap minggu, membuat replay musik viral berkali tiga kali lipat dibandingkan saluran musik generasi sebelumnya. Sebagai bagian dari ekspansi global, rebrand ini diharapkan akan menyapa pasar Asia, Amerika Serikat, serta dunia, menandai langkah hati-hati untuk menyatu dengan era digital.